Diam, Ternyata Dia Teman | Sahabat Rahasia


Dok: COP School Batch 9

Beberapa waktu lalu saya baru saja menyelesaikan sekolah singkat tentang Orangutan. Baiknya, gak sedikit hal baru yang saya dapat. Rejeki Tuhan memang begitu mengalir deras belakangan ini. Bukan tentang uang, tapi lebih sebagaimana saya menghargai sebuah pertemuan dan pertemanan. Karena teman baru, merupakan rejeki lain yang Tuhan berikan.

Hal lain yang membuat sekolah Orangutan menarik buat saya adalah metode untuk mengakrabkan peserta satu sama lain. Bukan menghafal nama yang panjang, tanggal lahir, hobi, makanan kesukaan atau kebiasaan lain yang menjurus pada kegemaran. Tapi lebih ke keseharian. Misal, hari ini dia ngapain, mandinya bersih atau engga, bangunnya kesiangan atau engga dan kelakuan lain yang bisa ditangkap selama proses karantina singkat.

Di hari pertama setelah perkenalan singkat dan jamuan makan malam, semua peserta diberi satu gulungan kertas, berisi seorang sahabat rahasia. Dia ada di dalamnya. Bukan orangya lho ya, cuma namanya. Nama tersebut merupakan target pengamatan. Eh, sebentar. Bahasa lain yang menjelaskan tentang 'mengamati' apaan ya? Sahabat rahasianya malah jadi kayak Orangutan, diamati. Haha. Intinya, dia orang yang harus kita pantau semua gerak geriknya. Memerhatikan dalam diam.

Setiap peserta dapat pasangannya masing-masing, laki-laki atau perempuan, itu sudah masuk ke ranah keberuntungan. Kebetulan sahabat rahasia saya perempuan, jadi saya harus benar-benar memperhatikannya kebiasaannya. Berinisial R tinggi sekitar 160 Km, haha tinggi banget. Jinjit dikit bisa pegang satelit. Dia punya bentuk wajah oval dengan rambut ikat terurai. Seorang calon dokter hewan yang sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas di Yogyakarta.

Sengaja tidak saya tuliskan siapa dia, selain rahasia, saya belum meminta izin untuk menuliskan namanya. Tenang Rosa, identitasmu aman. Yah, malah ketulis. Yaudah dilanjut, kebetulan menekan tombol backspace dan delete di keyboard saya adalah dosa besar.

Menjelang malam sebelum tidur, pengamatan dimulai. Rosa lebih dulu masuk tenda, lalu diam dan tak bersuara. Saya duga dia langsung terlelap, hilang ditelan mimpinya. Kebetulan kami tidak di satu tenda yang sama, saya putuskan untuk menghentikan pengamatan yang baru berjalan beberapa menit. Waktu yang singkat memang, tapi sudah cukup untuk buat kesimpulan cepat. Sahabat rahasiaku orang yang tenang, gak suka ngemil tengah malam, lebih memilih tidur dari pada bikin keributan dan ganggu warga sekitar.

....

Part selanjutnya bisa lewat pintasan ini;
Sahabat Rahasia #Part 2

Salam hormat pake tangan kanan
~Sonowl


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »