Kenapa Kita Ciuman (?)

Source: Google
Pernah kepikiran gak wahai para Sengsu?
Kenapa sih kita ciuman?
Kenapa kita bisa sepakat kalo ciuman harus pake bibir, bukan hidung?
Kenapa gak dengan mengedipkan mata?
... Kenapa.
Jika terus dilanjutkan, maka "kenapa" yang dipertanyakan akan muncul ribuan kali.

Tapi kenapa bisa enak ya? heheh.

Saya menyimpan banyak penasaran selama ini, selalu bertanya-tanya tentang sebuah kesepakatan yang menurut saya pribadi sih, cukup oke lah kalo mau jadi pembahasan, setelah saya berkelana cukup lama di internet, saya menemukan sesuatu yang paling tidak dapat memperjelas teka-teki ini.

Jadi, ada sebuah teori yang mengatakan kalo ciuman sudah berlangsung sejak 3500 tahun yang lalu. Hal ini didasari oleh kebiasaan ibu yang memberi makanan kepada anaknya. Pada jaman itu belum ditemukan bubur bayi, jadi, ibu mengunyahkan makanan untuk bayinya, lalu disuapkan ke bayi seperti orang ciuman. Kalo di bidang permanukan istilah ini disebut meloloh/ngeloloh.

Lantas kejadian ini dilihat oleh para bapak, kemudian mencobanya. Ternyata enak. heheh. Kalo yang ini saya ngawur, tapi bisa aja kan ya, dan bisa jadi kalo prilaku nenen bapak juga terinspirasi dari bayi?!

Menurut saya sih gak menutup kemungkinan, semua terjadi atas kehendak bapak yang disepakati ibu. Kenapa mesti diributkan? Toh bapak dan bayi tak pernah bertengkar hanya gara-gara nenen ibu.

Dari segi kesehatan, manfaat dari ciuman bisa meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan stres dan menurunkan kadar kolestrol. Tapi jangan dijadiin alasan untuk cium orang sembarangan juga, nanti Sengsu malah ditampol atau apesnya malah di bui gara-gara pelecehan seksual. Kan murahan banget, ra maco blass!!

Selain punya dampak yang baik, ada juga loh dampak buruknya. Ciuman bisa menularkan penyakit, karna bibir yang saling bertemu akan menularkan virus yang tak diinginkan, sebut saja Herpes, Flu, Batuk, Hepatitis atau penyakit lain yang lebih mematikan.

Para ilmuan sepakat kalo ciuman merupakan naluri dari manusia, tanpa perlu dipelajari, mereka akan melakukannya. Tapi perkembangan film dunia juga turut mempengaruhi ciuman. Terutama pada gaya, wkwk. Kalo ini sih gak bisa dipungkiri lagi, Hollywood turut serta dalam berbagai macam gaya, dan kemarin yang sempet heboh, Fifty Shades of Grey. 

Gak cuma gaya ciumannya aja, sampe tali-temali juga banyak yang terinspirasi. Makanya sempat dicekal di beberapa negara, mungkin terlalu fulgar. Duh, malah nglantur.

Ciuman, jika dilakukan dengan benar akan menghasilkan Noradrenalin atau disebut juga Norepinephrine. Merupakan kimia organik yang terdapat pada otak dan tubuh berfungsi sebagai hormon Neurotransmiter. 

Di otak, norepinephrine dihasilkan di nukleus. Nukleus yang paling penting adalah locus coeruleus, terletak di pons. Semantara di luar otak, noradrenaline ini digunakan sebagai neurotransmiter oleh gangila simpatis yang terletak dekat sumsum tulang belakang atau di abdomen. 

Kalo kamu bingung, silahkan baca sendiri disini www.pharmacologyeducation.org/noradrenaline, saya sudah mulai bingung gimana mau jelasinnya. heheh.

Secara sederhana, norepinephrine atau noradrenalin berfungsi untuk memobilisasi otak dan tubuh untuk bertindak.

Kesimpulannya adalah: belum bisa dipastikan secara pasti kapan dan kenapa ciuman mulai dilakukan. namun peradaban dan semakin berkembangnya dunia serta informasi menjadikan ciuman memiliki peranan penting dalam dunia kesehatan, perpenyakitan, perfilman dan permanukan.

Jadi, gimana ciuman menurutmu su,sengsu?
Kamu boleh kasih tau aku di kolom komentar, kita sharing. Semisal kamu mau cantumin video atau link saat kamu ciuman juga gapapa, haha.

Sekian untuk ciuman kali ini.
Terimakasih sudah membaca.

~son owl

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »