Alam Adalah Tempat Sampah Yang Luas




Liburan sudah menjadi hak segala bangsa. 
Oke, kita hidup di jaman dimana liburan sudah menjadi kebutuhan, seperti keharusan yang wajib hukumnya untuk dilakukan.
Tapi, apakah ibadah liburan yang Sengsu amalkan sudah bijak?

Jadi, beberapa waktu yang lalu saya sedikit terkejut ketika tempat bermain yang biasanya sepi lenggang dan menyenangkan berubah menjadi tempat wisata komersil. Bisa jadi Sengsu tau, atau malah sudah pernah menginjakan kaki disana.
Namanya Bukit Mongkrang, letaknya di selatan Gunung Lawu, dan masih berada di daerah Karanganyar.

Selain tempatnya yang memang bagus, udara dan cuaca disini sangat mendukung untuk sekedar santai atau bertualang. Dingin-dingin bikin kangen, pokoknya sejuk dan damai. 
Tapi belakangan ini kedamaian terusik, makin banyak pengunjung dan jelas makin banyak sampah.

Masalah pertama.
Tempat ini belum dikelola secara baik, belum ada retribusi, belum ada fasilitas apapun selain tempat parkir, itupun masih dirumah warga.

Masalah kedua.
Bukit Mongkrang yang indah ini termasuk jenis wisata adventure, untuk sampai ke tempat tujuan kamu harus jalan cukup jauh, trek yang menanjak, dan pasti melelahkan. Selain itu, disini dingin. rata-rata suhu 18 drajat. Biarpun gak sampe turun salju atau jadi es, tapi dengan suhu segitu sudah cukup buat Sengsu kehilangan akal dan berujung kematian karena hypotermia. 

Masalah ketiga.
Petualang yang main ke bukit ini gak semuanya bijak, suka buang sampah sembarangan. Saya sebut mereka traveler, tapi alay. Gimana gak alay kalo abis foto dan salam-salam tapi kertasnya ditinggal, nyampah Su, Sengsu!



Belum lagi plastik yang macem begini, sambil mungutin sampah, biasanya saya sembari komat kamit, nyumpahin orang-orang yang suka buang sampah sembarangan, suka ninggal kertas dengan tulisan salam untuk berkunjung ke tempat yang sama.

Mending gini deh, kalo kamu memang gak bisa buang sampah pada tempatnya, mending dirumah aja, gausah sok pergi ke alam, ngerusak. Biarpun ketika kamu menginjakan kaki disana saja sudah merusak, tapi bakal lebih parah kalo kamu ninggalin apa yang kamu bawa disana.

Kamu tau plastik yang kamu tinggalin disana dan bahayanya buat alam? Plastik butuh waktu yang panjang untuk mengurai, misal kamu ninggalin plastik di gunung, sampe 4 keturunan yang akan datang sampah tersebut masih ada disana. Gak malu kalo sampahmu ketahuan anak cucu?
Gak sampe situ aja, hewan yang berada lingkungan ini bakal terganggu, malah bisa membahayakan mereka. Masih inget buaya kalungan ban di Sulawesi Tengah, coba siapa yang salah?
Buayanya? Mikir!

Masalah sampah memang susah banget diatasin, gak cuma di negeri tersayang ini, di negara lain pun demikian, bahkan di negara yang notabene sudah maju dan punya pola pikir yang baik masih saja punya masalah dengan sampah. Harusnya tingkat kesadaran akan sampah perlu ditanam sejak lahir, biar gak menghasilkan generasi kemproh yang suka ninggalin aib dimana-mana.

Tips aja kali ya,

1. Bawa botol dan tempat makanan yang mahal dan praktis.
Biasanya, ketika kita punya barang yang mahal dan bagus, kita akan punya perhatian lebih dengan barang tersebut, dan kemungkinan untuk ditinggal lebih sedikit, resiko terburuknya adalah hilang dimaling teman.

2. Pisahin sampah organik dan non organik.
Ciri-ciri orang bodoh yang main di alam adalah mereka yang masih mencampur antara sampah organik dan non organik. Baiknya, kamu punya wadah di setiap kamu bertualang, nantinya sampah organik yang kamu hasilkan ini bisa di tinggal dengan cara dikubur, selain bikin barang yang dibawa jadi ringan, juga bisa buat tanah jadi lebih subur, dan jangan lupa, sampah non organik tetap dibawa sampai menemukan tempat dimana seharusnya dia dibuang.

3. Kalo liat sampah diambil, jangan cuma ditunjuk.
Untuk jadi pahlawan, kamu gak harus lawan monster, dengan memungut sampah kamu sudah bisa dapat predikat sebagai pahlawan lingkungan. Gausah gengsi, apa yang kamulakukan keren, sumpah!
Dengan ikut andil untuk menjaga kebersihan, kamu sudah membantu bumi untuk terus sehat dan bahagia.

4. Ajak orang untuk melakukan hal yang kamu lakukan.
Pepatah bilang, "orang yang baik adalah mereka yang melakukan hal benar dan terus menebarkan kebaikan"
Minimal dengan kamu memberi contoh yang baik, orang akan terinspirasi atas hal yang kamu lakukan.

Semoga kita bisa terus menjaga bumi ini seperti yang bumi inginkan.
Mungkin sekian dulu tentang sampah kali ini, jangan buang sampah sembarangan ya Su, Sengsu.
Sampai Jumpa

~Son Owl



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »