Pergi Jauh ke Tempat Bagus, Nikmatinnya di atas Kasur Lewat Foto, Ah Tai.


Copyright 2017
Photo by SonOwl

Banyak cara untuk menikmati akhir pekan, tidur, baca buku, atau jalan-jalan. Setiap orang punya caranya masing-masing untuk menghabiskan waktu di luar rutinitas kesehariannya. Di zaman yang serba sibuk ini, liburan udah jadi kebutuhan, tanpa liburan, apalah arti dari instagram.
Saya bukan tipikal orang yang ribet perkara liburan, tidur di tempat kering dengan keadaan setengah sadar, sudah saya anggap seperti berlibur, biarpun kadang sambil jalan-jalan dan baca buku, yang jelas selalu di tempat yang gak kaya biasanya. Saya punya keyakinan kalo kasur empuk bukan jaminan mimpi indah bakal datang.

Mengenai liburan yang gak seberapa itu, sering saya menemukan para kaum yang salah memaknai perihal menikmati, agak ribet ya? Bodo!
Jadi gini su, sengsu! Dengan mengabadikan moment, kita bisa membekukan waktu ke dalam sebuah frame yang bisa menceritakan tempat dan kejadian, biasanya disebut sama para 'kaum' dengan istilah foto.

"Eh, fotoin gue dong."
Sering banget nih saya dengar kalimat ini kalo lagi di suatu tempat yang (agak sedikit) bagus, dan semakin bagus objek yang saya kunjungi, makin banyak kalimat itu saya dengar.
Terus salahnya dimana? Sebenarnya kesalahan bukan ada di foto ataupun objek foto. Tapi cara 'kaum' tersebut menikmati liburannya.

Misal nih ya, kamu pamit pergi ke pantai, bilangnya mau liat matahari tenggelam di antara samudera yang begitu luas, alasannya cari suasana yang gak kaya biasanya. Oke sip, dan ketika sampai di tempatnya kamu malah sibuk jeprat-jepret wajah cantikmu sampai akhirnya kamu lupa kalo tujuan awalmu pergi ke pantai adalah melihat matahari tenggelam.
Matahari sudah hilang, kamu pulang. Karena tadi sibuk gaya biar hasil maksimal, kamu jadi kelewatan moment. Pada akhirnya kamu cuma bisa lihat merahnya awan dari foto, tapi di atas kasur, di rumah sambil tidur. Instagram jangan lupa, kan liburan!
Yaelah, parah.

Photo by SonOwl
Gak bisa disalahin juga sih, udah jadi hak setiap orang mau menikmati liburannya dengan berbagai macam cara, tapi saya anggap itu aneh. Mungkin loh ya, segalanya adalah instagram, karena liburan versi mereka selalu tentang menghasilkan selfie sebagus-bagusnya. Pose paling menarik, dibalut dengan pakaian yang penuh pernak-pernik, biar dapet banyak like, dan coment "hey kamu cantik".

Sial, malah jadi nyiyir.

Kesel lagi kalo liat segerombolan orang yang pamit liburan tapi malah sibuk sama gadgetnya masing-masing. Selain sibuk selfie, juga sibuk unggah di instastory. Hell. Hening tanpa interaksi, memang zaman merubah semua orang. Lebih penting sosial media dari pada bercengkrama.

Terus terang saya lebih kagum dengan orang yang cuma diam kalo liat pemandangan, karena ada dua kemungkinan, dia takjub dengan ciptaan tuhan, atau malah bingung dengan apa yang dia lakukan, keadaan setengah gila.
Gak bisa dipungkiri kalo ajang jepret sudah jadi kebiasaan, termasuk saya. Semua tempat buat saya bagus, punya cerita, dan setiap saya pergi, saya gak pernah lupa perkara dokumentasi. Hal penting, selain freezing time, foto merupakan oleh-oleh wajib yang harus saya bawa pulang.

Juga pernah saya berjumpa dengan orang yang menurut saya dia benar-benar menikmati liburannya, santai dan tenang. Seorang pegawai bank, nyambi sebagai photographer lepas. Cukup banyak yang kami obrolkan, terlebih tentang cara menikmati. Dia bisa berjam-jam diam di satu tempat untuk mengamati dan mengagumi, setelah dirasa ada moment yang pas untuk mengabadikan perjalanannya, baru dia jepret. Menurutnya, perjalanan tidak melulu tentang wajah yang terpampang di depan pemandangan, tapi bagaimana menghargai sebuah perjalanan. Kurang lebih seperti itu yang bisa saya simpulkan. Sejauh ini, tulisan panjang ini hanyalah opini saya pribadi. Bisa saja salah, dan belum tentu benar.

Kak, kalo traveling jangan cuma sibuk foto dong, nanti kamu rugi loh kalo cuma nikmatin dari layar kecil, (nikmatun asuasanah). Nikmatin pake rasa, jangan cuma gaya. Setidaknya kamu tidak berlebihan, itu sudah sangat baik.
Kamu kaum pelibur yang mana? menimati dengan tenang atau heboh dan berakhir di atas kasur?

Cukup deh untuk nyiyir hari ini su, sengsu!
Pergi jauh ke tempat bagus, nikmatinnya di atas kasur, lewat foto. Ah, Tai!

Terimakasih sudah membaca.


~SonOwl



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »