HIKAYAT JERAT GANJA | Kemasan Ringan

Source : Google
Pada dasarnya, ganja merupakan tanaman paling terkenal se-antero dunia. Jika di bandingkan dengan kangkung, maka kangkung hanya sepersekian dari tingkat kepopuleran ganja. Lalu, bagaimana dengan nasib kangkung? Biarkan, setidaknya mengkonsumsi kangkung secara rutin dan terang-terangan tidak akan berakhir di penjara.

Sejak dahulu kala, nenek moyang kita sudah mengenal dan menggunakan ganja. Bangsa Viking dan jerman kuno menggunakan ganja sebagai pengurang rasa sakit saat melahirkan dan sakit gigi. Ganja juga dipakai sebagai media spiritual atau meditasi pada era pramodern.
Ada berbagai jenis tanaman ganja, Cannabis Sativa atau ganja, tanaman yang lainnya Cannabis Sativa L. Tanaman ini tidak mengandung psikoaktif, dipakai dalam bentuk produk seperti minyak, pakaian dan bahan bakar.
Cannabis Indica, juga mengandung psikoaktif. Umumnya dari negara produsen hasish seperti Pakistan, Afghanistan, Maroko, Tibet.
Cannabis Ruderalis, di beri nama oleh ahli botani Rusia, D. E. Janischevisky pada 1924. Merupakan spesies paling pendek dan tidak benrgantung pada pencahayaan untuk hidupnya, melainkan bergantung umur. Sayangnya, Cannanis Ruderalis tidak mengandung Cannabinoid dalam jumlah yang cukup, sehingga tidak bisa dihisap.

Ganja tidak dapat tumbuh disembarang tempat, selain membutuhkan nutrisi yang cukup, tingkat kelembapan dan pencahayaan yang maksimal menjadi kunci berkembangnya tanaman ini. Faktor lain sulitnya membudidayakan tanaman ini adalah keamanan, tidak seperti jagung atau kopi yang dengan mudahdapat ditanam, tumbuh dan berkembang di banyak ladang. Untuk ganja, selain tempat dan lingkingannya harus pas, memiliki satu batang saja sudah dapat menghantarkan sang tuan menuju penjara.

"Gagasan mengenai ganja adalah obat berbahaya (narkoba) adalah pemikiran yang baru-baru ini di bangun," dan fakta bahwa ganja diilegalkan merupakan suatu "anomali sejarah". Ganja sudah legal di berbagai daerah karna sejarahnya.
~NatGeo Oct 14

Bicara tentang ganja, Indonesia merupakan salah satu penghasil ganja dengan jenis Sativa terbaik. Bukan menjadi rahasia lagi jika Aceh merupakan daerah yang sangat produktif atas ganja yang beredar di pasar gelap Indonesia. Masyarakat Aceh sudah sejak lama menggunakan ganja sebagai olahan pangan mereka, seperti gulai kambing, gulai itik dan hidangan kuliner lainnya. Ganja di gunakan sebagai bumbu inti dalam tiap masakan mereka, biji dan bunga menjadi hal yang wajib.
Pengobatan tradisional pun menggunakan ganja untuk berbagai macam penyembuhan, seperti akarnya, masyarakat lokal percaya bahwa akar ganja mampu menyembuhkan penyakit diabetes.
Penggunaan lainnya sebagai media rekreasi, oleh masyarakat sekitar ganja biasanya dijadikan rokok dengan hidangan kopi sebagai teman.

Lalu, bagaimana dengan jerat para pengguna ganja?
Pengguna ganja umumnya paham dengan konsekuensi tersebut, bahwa ganja adalah barang ilegal yang masuk dalam golongan narkotika dengan ancaman hukuman sangat tinggi.
http://bnn.go.id
Silahkan pelajari dan baca sendiri.

Namun, apakah pantas ganja menjadi barang yang ilegal jika di lihat dari banyaknya fungsi yang dapat dimanfaatkan dengan cara yang benar. Banyak negara yang sudah melegalkan ganja, baik untuk medis ataupun sarana wisata dan rekreasi. Pemerintah harusnya dapat melihat peluang tersebut untuk mendongkrak perekonomian dan produktifitas masyarakat. Ada baiknya peraturan di tinjau ulang, setidaknya ada penelitian yang mendalami ganja sebagai objeknya. Mengetahui lebih banyak tentang manfaat yang akan datang dan berbagai peluang yang akan dihasilkan.

Semua ada baik juga ada buruknya.
Jangan melihat dari sudut kecil, karena nenek moyang sudah berlayar di seperempat perairan.
Hidup sehat dengan pola cerdas.
*bakarrr
Sampai Jumpa.

Sejarah Ganja
http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/10/sejarah-dan-perjalanan-penyebaran-ganja
Manfaat Ganja Untuk Medis
http://www.lgn.or.id/manfaat-ganja-untuk-medis/





Share this

Related Posts

Previous
Next Post »